Membuat video presentasi tidaklah sulit. Kamu hanya perlu merencanakan dan menyusun kerangka ide untuk kemudian dijadikan sebuah video. Namun, tentu saja dalam membuat video tidak bisa sembarangan. Dibutuhkan kerja keras untuk mencapai hasil yang maksimal dan memuaskan.

Bagaimana jadinya bila video presentasi yang kamu bikin mendapat cemoohan atau kritikan dari para audiens? Memalukan bukan? Itu tandanya kamu kurang mempersiapkan hal-hal kecil yang seharusnya kamu lakukan dengan matang. Maka, simak yuk langkah-langkah dalam membuat video presentasi yang informatif ala Tokopresentasi!

1. Tentukan Topik Presentasi

Langkah pertama yaitu menentukan topik. Pilih topik yang sedang hangat diperbincangkan, atau topik yang menarik untuk dibahas secara mendalam. Pemilihan topik yang tepat dapat berpengaruh pada respon audiens pada saat presentasi dilakukan. Jika sulit menemukan topik yang menarik, maka carilah sesuatu yang biasa lalu kamu olah agar menjadi luar biasa dan menarik perhatian.

2. Buatlah Storyboard untuk Shooting

Setelah berhasil menemukan topik, maka langkah selanjutnya adalah membuat rancangan gambar yang bercerita. Rancangan gambar ini disebut sebagai storyboard. Urutan cerita dibuat sedemikian rupa agar membentuk alur yang rapi dari awal hingga akhir. Jangan sampai audiens tidak mengerti jalan cerita pada video yang kamu buat. Storyboard juga akan memudahkan kamu dalam melaksanakan proses produksi nantinya.

3. Membuat Script untuk Shooting

Jangan sampai kamu melupakan langkah yang satu ini. Script untuk membuat sebuah video sangatlah penting, sekalipun video yang kamu sajikan adalah video bisu (alias tidak ada dialog). Alangkah lebih baiknya kamu juga menampilkan subtitle untuk memperjelas dialog. Sebuah script sangat membantu dalam pembuatan video presentasi, produksi (shooting) menjadi lebih mudah dan terstruktur.

4. Proses Shooting & Editing

Selanjutnya adalah proses shooting dan editing. Proses pengambilan gambar ini dibutuhkan keahlian khusus. Camera person harus mengetahui bagaimana mengambil angle yang bagus, oleh karena itu dibutuhkan script dan storyboard untuk membantu camera person dalam mengambil gambar. dengan begitu proses shooting menjadi lebih cepat dan tertata rapi. Adapun setelahnya adalah proses mengedit video agar menjadi satu kesatuan cerita yang utuh. Seorang editor bertugas mengumpulkan dan menyatukan footage video yang diambil, untuk kemudian diolah dengan menambahkan berbagai suara atau musik dan komponen lainnya (seperti efek, teks, dan colour grading).

5. Final Checking

Langkah terakhir yaitu melakukan pemeriksaan. Biasanya pemeriksaan dilakukan sebelum video tersebut tayang (dipresentasikan) di hadapan audiens. Kamu perlu memastikan secara berulang kali, apakah video tersebut layak untuk ditonton oleh audiens atau tidak. Dan pastikan bahwa tidak ada alur cerita yang terlewat di dalamnya. Sebab jika satu saja terlewat, maka bisa dipastikan presentasimu tidak akan berjalan sesuai yang kamu harapkan.

 

 

Untuk konsultasi perihal presentasi, langsung saja hubungi:

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 030 / 0812 8816 5156

BBM: 5795FBDD