Tak dapat dipungkiri bahwa tidak semua presenter mempunyai aura komedi dalam menyampaikan presentasi. Bahkan di dalam aula yang besar, kemampuan untuk berkomedi sangat membantu untuk menyukseskan sebuah presentasi.

Jika Anda bukan salah satu yang mempunyai kemampuan bercerita atau berkomedi, permainan Ice-breaking akan membantu Anda mengatasi masalah ini.

Berikut 5 permainan ice-breaking yang cocok untuk disisipkan kedalam presentasi Anda.

  1. Ikuti yang dilihat

Konsentrasi penuh merupakan hal penting untuk dapat mengerti apa yang presenter sampaikan. Sebagai presenter, Anda tentunya harus memastikan semua audiens Anda memperhatikan dengan penuh konsentrasi. Karena bisa saja memperhatikan namun tidak konsentrasi. Alhasil, pesan yang disampaikan akan menjadi “masuk kuping kanan, keluar kuping kiri”.

Permainan ini simpelnya adalah “Lakukan apa yang saya lakukan, Jangan lakukan apa yang saya katakan”.

Sebagai presenter, Anda bisa melatih konsentrasi audiens dengan permainan ini. Berikan contoh pertama seperti Anda berkata “Pegang pundak!” namun Anda mengepal tangan, maka peserta Anda seharusnya mengepal tangan bukan memegang pundak. Jika ada yang salah, maka berikan hukuman yang seru yang bisa mencairkan suasana. Jika benar, apresiasi dengan tepuk tangan dan Anda bisa melanjutkan presentasi.

 

  1. Ikuti yang didengar

Berbeda halnya dengan permainan pertama, kali ini presenter audiens Anda harus mengulangi apa yang Anda katakan. Efeknya tetap sama, yakni memastikan audiens Anda berkonsentrasi saat mendengarkan apa yang Anda katakan. Inti dari permainan Anda ini adalah mengucapkan kata yang mirip konsonannya dan menanyakan sesuatu.

Contohnya, Anda mengucapkan kata “Karung-karung-kuring-kuring-kurang-kurang-karung-kurang-karung”. Jika audiens Anda mengikuti apa yang Anda katakan, maka mereka mengikuti alur permainan ini. Ketika itu, Anda lemparkan pertanyaan tepat setelah mereka mengulang apa yang Anda katakan sebelumnya. “Berapa jumlah Karung?”

Normalnya, mereka akan meminta Anda mengulang kata-kata itu, dan sampai mengetahui berapa kata yang Anda tanyakan. Ketika audiens menjawab jumlah kata, tepis jawaban mereka dengan mengatakan semua audiens salah. Ulangi terus menerus sampai audiens sadar bahwa mereka harus mengulangi perkataan bukan menjawabnya.

 

  1. Jika-Maka

Permainan ini biasanya dilakukan dalam skala audiens yang lebih kecil. Jika-Maka mengharuskan audiens untuk dibagi menjadi dua grup terpisah. Satu grup akan menuliskan sebuah kalimat berawalan dari kata “Jika”, dan grup yang lain akan menuliskan kalimat diawali dengan kata “Maka”.

Setelah semua audiens melakukan tugasnya masing-masing, maka mereka akan diminta untuk membacakan. Jika-Maka ini akan membentuk sebuah kalimat sebab-akibat yang tidak nyambung dan mengundang tawa. Sehingga suasana presentasi Anda tercairkan.

 

  1. Cerita Bersambung

Audiens diminta untuk menuliskan satu kata benda kedalam secarcik kertas yang disediakan oleh presenter. Kemudian presenter menunjuk salah 3 atau 4 audiens untuk maju kedepan. Presenter harus pintar memilih audiens yang hiperaktif dan lucu sehingga permainan bisa berjalan lebih lancar.

Kumpulkan semua kertas bertuliskan kata benda yang bebas itu, dan 4 orang itu harus menceritakan satu cerita apapun dan mengakhirinya dengan kata kerja yang berakhir kan benda yang dikertas.

Contohnya “Jadi aku pulang kerumah nenek, terus lihat kotak yang luarnya sudah seperti emas. Saya dekati, saya lihat, saya terawang, ternyata isinya…. (Kentut kuda)”. Titik-titik itu diisi oleh kata yang ada didalam kertas. Dan cerita harus dilanjutkan oleh orang yang berbeda yang telah ditunjuk oleh Presenter.

 

  1. Mengingat

Permainan mengingat ini membuat peserta bukan hanya bermain tapi melatih konsentrasi tingkat tinggi. Tata cara permainannya adalah presenter menunjuk beberapa orang, harus lebih dari satu untuk menyebutkan satu kelompok benda atau buah dan mengulanginya lagi.

Contohnya, dengan 5 orang audiens yang ditunjuk, presenter meminta untuk menyebutkan kelompok buah.

Peserta 1 menjawab rambutan, dilanjutkan peserta kedua untuk menyebutkan buah kedua namun diawali dengan buah pertama. Peserta kedua harus menjawab “Rambutan, salak”, peserta ketiga “ Rambutan, salak, durian” dan seterusnya. Seberapa banyak buah yang bisa disebutkan maka semakin tinggi konsentrasi yang dimiliki oleh pemain itu.

 

Bila Anda ingin tahu lebih banyak mengenai desain presentasi dan tips membuat presentasi yang powerful silahkan ikuti Workshop dan Training Presentasi dari Tokopresentasi.com, dim

Untuk pendaftaran workshop dan Training Presentasi, klik di sini

Jadwal public class selama tahun 2017, klik di sini

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 030 / 0812 8816 5156

BBM: 5795FBDD