Orang yang cerdas, biasanya memiliki gaya bicara yang berbeda. Perbedaan ini dapat dilihat dari pilihan kata yang digunakan, intonasi saat berbicara, bagaimana merespon pertanyaan atau tanggapan dari orang lain. Di bawah ini, tokopresentasi akan mengulas tentang 7 gaya bicara orang cerdas untuk membantu anda tampil optimal di depan audiens.

Studi yang dilakukan oleh Quantified Impressions tentang bagaimana satu suara bisa mengubah persepsi. 23% partisipan merespon bahwa kualitas pembicara bisa mempengaruhi bagaimana orang mengambil persepsi, 11% mengatakan tergantung pada konten dari pesan yang ingin disampaikan, dan faktor lainnya berupa passion, ilmu pengetahuan, dan kehadiran secara langsung ditempat.

Inilah 7 gaya bicara orang cerdas yang dapat anda aplikasikan dalam komunikasi sehari-hari.

1. Memaksimalkan postur

Postur tubuh saat berbicara akan menunjukkan apakah anda yakin atau tidak dengan apa yang anda sampaikan dan seberapa nyaman anda dalam berbicara.

Perhatikan bagaimana cara anda duduk atau berdiri. Orang-orang yang piawai / cerdas dalam berkomunikasi, biasanya mampu menunjukkan kesan nyaman dan tegas dari caranya duduk atau berdiri. Duduklah atau berdirilah dengan tegak namun rileks dan nyaman. Hindari gesture tubuh yang mengatakan anda bosan, lelah, atau ragu.

Audiens anda akan dengan mudah untuk membedakan speaker / presenter yang percaya diri dan yang tidak. Oleh karena itu, upayakan anda sangat nyaman saat menyampaikan presentasi, agar audiens anda yakin bahwa anda menyampaikan informasi yang mereka butuhkan dan bermanfaat bagi mereka.

2. Hindari mengatakan sesuatu yang tidak “berguna”

Pada saat anda menyampaikan penjelasan, hindari berbicara menggunakan ungkapan klise, kata-kata buzz, atau menggunakan diksi yang terlihat cerdas namun tidak dalam konteks yang tepat.  Apalagi jika anda menyampaikan kata-kata yang anda kurang pahami artinya namun disampaikan begitu saja kepada pendengar. Contohnya, pembicara ingin menyampaikan pertumbuhan yang baik dan potensial, karena ingin terlihat lebih cerdas, pembicara menjelaskan pertumbuhan “posesif”.

3. Bicara tegas bukan keras

Berbicara dengan tegas, menunjukkan bahwa anda menyampaikan sesuatu hal yang penting. Namun, saat penerapannya tidak banyak yang mampu membedakan antara berbicara dengan tegas dengan berbicara dengan keras.

Berbicara dengan tegas biasanya ditunjukkan dengan suara yang lantang, intonasi yang persuasif, disertai dengan kepercayaan diri dari presenter. Berbeda halnya jika Anda berbicara keras, berteriak atau memaksakan pita suara melebihi normal akan membuat audiens Anda terganggu.

4. Evaluasi nada dan suara Anda

Seseorang yang cerdas, biasanya memiliki kontrol terhadap suaranya dengan baik. Mereka dapat mengatur nada, intonasi dan ekspresi saat berbicara dan disesuaikan dengan pesan yang ingin mereka sampaikan.

Audiens akan menilai kepiawaian anda dalam berbicara dari kemampuan anda mengontrol intonasi berbicara, nada suara yang anda gunakan, dan bagaimana ekspresi serta gesture anda saat berbicara. Hal ini akan sangat menentukan bagaimana audiens anda menerima pesan yang ingin anda sampaikan.

Nada suara dan intonasi yang tidak tepat akan membuat audiens anda salah memahami pesan yang ingin anda sampaikan. Oleh karena itu, sebaiknya anda seringkali latihan presentasi dan merekam suara anda saat presentasi. Putar ulang rekaman anda dan evaluasi bagaimana anda harus menyampaikan presentasi dengan baik.

5. Hindari “Vocal Fry” dan Diksi yang mengganggu

Meningkatkan intonasi berbicara yang bukan pada tempatnya atau “uptalk” bisa menimbulkan kesan negatif kepada pendengar Anda. Contohnya Anda meninggikan intonasi ketika bertanya kepada pendengar. Jangan juga akhiri pembicaraan dengan diksi akhir yang kurang tepat atau meninggalkan kesan yang buruk.

6. Jangan Takut akan Hening

Jika Anda berbicara baik dan benar, jangan panik ketika audiens hening dan tak bersuara. Perhatikan apakah mata audiens anda memperhatikan anda atau tidak. Jika mereka memperhatikan anda, artinya mereka sedang terpukau dan mendengarkan apa yang anda sampaikan.

Ironisnya, banyak pembicara yang melihat keheningan itu sebagai respon audiens yang menunjukkan bahwa mereka tidak tertarik kepada apa yang anda sampaikan. Akibatnya, presenter atau pembicara tersebut akan kehilangan kepercayaan diri dan secara tidak sadar mengacaukan materi yang ingin disampaikan.

Jika memang audiens tidak tertarik kepada apa yang anda sampaikan dan menunjukkan gesture bahwa mereka bosan dan kurang memahami apa yang anda sampaikan, cobalah untuk memberikan ice breaking berupa candaan, cerita pengalaman anda, memutar video inspirasi, dsb.

7. Jangan Berbicara Berlebihan Kecuali Anda Memiliki Sesuatu untuk Ditambahkan

Jika anda mempresentasikan materi yang baru saja anda tahu dan pelajari, sebaiknya sampaikan poin-poin yang anda pahami. Hindari untuk melebih-lebihkan pengetahuan anda tentang materi itu. Namun, anda bisa melakukannya ketika ada relevansi dengan topik yang disampaikan. Jangan melemparkan diskusi yang sekiranya tidak bisa anda kontrol karena pengetahuan dan pelajaran anda masih standar. Di situasi seperti itu, coba pelajari demografi audiens dan anda bisa memikirikan hal yang umum untuk didiskusikan sehingga presentasi anda bisa berjalan dengan lancar.

Sudah siapkah Anda menjadi pembicara yang handal dan pintar?

Bila Anda ingin tahu lebih banyak mengenai desain presentasi dan tips membuat presentasi yang powerful silahkan ikuti workshop Powerful Point dari Tokopresentasi.com

Untuk pendaftaran workshop Powerful Point, klik di sini

Jadwal public class selama tahun 2017, klik di sini

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 030 / 0812 8816 5156

BBM: 5795FBDD