Seorang pengusaha tak pernah tahu kapan akan mendapatkan investor yang bisa membantu mengembangkan usahanya. Jika Anda menyajikan hanya “sebatas” informasi start up nya, maka jangan berharap untuk lebih mendekati dengan kesuksesan. Berbeda halnya ketika Anda sudah membaca artikel ini secara lengkap, Anda akan tahu apa yang harus dimulai pertama.

Berikut 7 hal yang harus dimiliki presentasi pitching dalam presentasi Anda sajikan untuk para Venture Capitalist ataupun Angel Investor dimanapun berada.

1. Menampilkan latar belakang masalah dengan jelas

Berbagai jenis produk muncul setiap harinya sebagai solusi atas suatu masalah. Di balik produk yang anda tawarkan melalui startup anda pasti memiliki latar belakang masalah yang membuat anda yakin bahwa anda harus memberikan solusi atas masalah tersebut. Untuk mengetahui apakah produk dari start-up anda merupakan solusi yang tepat, anda harus mampu mengenal lebih dalam terkait permasalahan yang ingin anda selesaikan.

Kemampuan untuk menganalisa latar belakang masalah dengan baik menentukan kemampuan anda untuk melakukan inovasi-inovasi dalam startup anda. Dan di titik ini lah sang investor selalu memproyeksikan apakah solusi Anda bisa berdampak luas dan menguntungkan serta melihat kemampuan anda sebagai founder startup.

Oleh karena itu, latar belakang masalah harus disajikan dengan jelas, mudah dipahami dan menunjukkan dampak-dampak yang mungkin muncul jika permasalahan tidak diselesaikan dengan segera. Sajikanlah dengan lugas, lengkap, dan juga teliti apa latar belakang masalah yang ingin diselesaikan oleh startup anda kepada Investor.

Jika latar belakang masalah yang ingin diselesaikan sudah tidak dimengerti oleh audiens anda, terutama pihak Investor, ada kemungkinan anda perlu memperbaiki alur presentasi anda dan menambahkan data-data yang mendukung. Karena, latar belakang masalah merupakan landasan penting munculnya ide dari produk yang anda tawarkan dan merupakan alasan penting mengapa startup anda dibutuhkan oleh pengguna.

2. Solusi yang tepat dari latar belakang masalah

Seperti halnya perpindahan slide, harus saling berkaitan satu sama lain. Penyampaian latar belakang masalah diakhiri dengan pemberian solusi yang tepat. Pada saat inilah, momen terbaik anda untuk mengenalkan produk atau startup anda disertai dengan kelebihan-kelebihannya.

Pastikan, pada saat mengenalkan produk atau startup anda sebagai solusi dari permasalahan yang ada, anda juga menunjukkan data-data yang mendukung bahwa produk anda merupakan solusi yang paling tepat dan sesuai untuk dijalankan. Pemilihan diksi saat menyampaikan poin ini disertai visual yang menarik, sangatlah penting untuk menunjukkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh startup anda.

Lagi, pastikan solusi ini bisa tersampaikan dengan jelas, lugas dan applicable. Berikan kesan bahwa solusi yang anda tawarkan sangat dapat dilakukan melalui startup anda dan memiliki keuntungan jangka pendek maupun jangka panjang.

Jika anda sudah membuat Business Model Canvas (BMC) dari solusi atau startup yang anda sampaikan, hal ini akan menjadi nilai lebih. BMC merupakan blue print dari startup anda yang disajikan secara ringkas dan jelas.

BMC dapat anda sampaikan kepada investor setelah anda menyampaikan kelebihan-kelebihan dari solusi yang anda miliki. Melalui BMC ini, investor akan lebih mudah memahami bisnis anda.

3. Tentukan segmentasi pasar yang spesifik

Segmentasi pasar yang ingin dituju oleh startup anda harus dijelaskan secara spesifik, didukung dengan data-data. Jika anda memiliki kompetitor, maka anda dapat memilih segmentasi pasar yang dimiliki kompetitor vertikal dan horizontal anda sebagai perbandingan.

Kesalahan yang sering terjadi adalah menentukan segmentasi pasar yang terlalu luas dan tidak sesuai dengan kapasitas startup dan spesifikasi produk yang ditawarkan. Pada saat menentukan segmentasi pasar, sebaiknya disesuaikan dengan produk atau layanan yang ditawarkan dan dibuat spesifik. Karena segmentasi pasar yang terlalu luas bisa jadi membuat proyeksi pendapatan dan perencanaan anda tidak tepat sasaran, serta menghabiskan terlalu banyak biaya marketing untuk target pasar yang keliru.

Anda dapat melihat segmentasi pasar berdasarkan lokasi, usia, jenis pekerjaan, kebiasaan saat menggunakan internet, sosial media user,  latar belakang pendidikan, dsb. Pilihlah jenis kategori data yang sesuai dengan kebutuhan anda dan startup anda. Misal, jika anda bertujuan membuat aplikasi untuk layanan bengkel / montir roda dua di jabodetabek, maka anda harus mencari data tentang:

  • jumlah pemilik roda dua di daerah jabodetabek
  • jumlah roda dua yang biasanya melintas di daerah jabodetabek
  • jumlah kendaraan roda dua yang rusak di daerah jabodetabek setiap harinya
  • rata-rata keluhan kerusakan roda dua karena apa
  • jumlah kecelakaan yang muncul karena kerusakan yang muncul di perjalanan
  • prediksi jumlah montir roda dua yang dapat anda ajak kerja sama, dan
  • prediksi jumlah roda dua yang dapat anda perbaiki berdasarkan kapasitas yang anda miliki saat ini
  • prediksi jumlah roda dua yang dapat anda perbaiki jika anda mendapatkan investasi
  • dsb

Data-data tersebut tidak perlu ditampilkan secara mendetail dalam presentasi. Anda dapat mengubahnya menjadi grafik yang menarik dan infografis. Anda juga dapat menghubungi tokopresentasi.com untuk membuat tampilan data yang menarik.

Membuat presentasi pitching bertujuan untuk menarik minat investor dan menjelaskan tentang potensi pasar yang ada saat ini. Melihat segmentasi pasar berarti melihat suatu potensi dimana anda dan investor menentukan apakah start up ini layak diperjuangkan atau tidak. Untuk itu, di Presentasi pitching Anda, gambarkan dengan jelas siapa target pasar Anda beserta potensi pertumbuhannya.

4. Menampilkan analisa SWOT

Selanjutnya, adalah tentang SWOT. Sebuah kepanjangan dari Strengths, Weaknesess, Opportunities, dan Threats. Gambarkan kekuatan dan kelemahan dari start up Anda secara real dan sesuai kalkulasi Anda. Kemampuan menganalisis kelebihan serta kekurangan dari startup anda menunjukkan bahwa anda mengenal betul bidang tersebut dan memiliki potensi untuk meminimalisir dampak dari kelemahan (weaknesses) yang dimiliki serta menangani ancaman (threats) bagi keberlangsungan startup anda. Anda juga akan dinilai mampu untuk meningkatkan kekuatan (strengths) startup anda dan mengubah kesempatan (opportunities) menjadi kekuatan startup anda di masa depan.

Banyak yang terjebak ketika presentasi pitching yang menggambarkan kekuatan perusahaan (Strengths) secara berlebihan, dan seperti terlihat tidak punya kelemahan. Hal ini ditujukan untuk menarik perhatian investor, namun strategi ini tidak benar dan dapat merugikan anda di masa depan. Calon investor dari VC manapun adalah orang yang kritis dan berhati-hati. Mereka memiliki analisa tersendiri terhadap kelayakan suatu startup mendapatkan suntikan dana dan merupakan orang-orang hebat yang berpikir keras bagaimana uangnya dapat diinvestasikan dan mendapatkan keuntungan berlipat di masa depan. Jika anda menyajikan start up anda dengan zero weaknesess, investor akan sulit percaya dan menganggap anda tidak mengenal dengan baik bidang usaha anda.

Lalu bagaimana strategi yang baik? Sajikanlah sesuatu yang realistis, tekankan pada bagian opportunities, bahwa anda mampu meraih kesempatan / peluang sehingga bisa meyakinkan investor. Opportunities adalah bagaimana anda mampu menunjukkan bahwa anda adalah seorang visioner dan menggambarkan bagaimana Anda bisa melihat peluang di masa depan. Hal ini juga menunjukkan bahwa anda memiliki ambisi untuk terus berkembang dalam mengelola startup anda. Itulah yang banyak membuat calon investor terkesan untuk bekerja sama.

5. Analisa ROI & BEP

Kembali kepada contoh kasus pada poin ketiga, misalkan anda ingin membuat aplikasi untuk bengkel / montir kendaraan roda dua. Setelah anda menunjukkan perbandingan antara:

  • prediksi jumlah roda dua yang dapat anda perbaiki berdasarkan kapasitas yang anda miliki saat ini
  • prediksi jumlah roda dua yang dapat anda perbaiki jika anda mendapatkan investasi

Maka selanjutnya anda harus memasukkan prediksi profit dan revenue dari keadaan saat ini vs mendapatkan investasi sebagai pembukaan analisa ROI dan BEP. Anda dapat memberikan beberapa opsi kondisi saat menerima investasi beserta proyeksi pertumbuhan startup anda. Misalkan proyeksi pertumbuhan startup anda dalam 3 tahun ke depan jika mendapatkan investasi sebesar $200.000 vs $500.00o.

Mengapa demikian?

Strategi ini adalah untuk membuat investor mengingat kembali potensi perkembangan startup anda dan ROI serta BEP ini dapat diraih jika investor memberikan investasi sejumlah nilai yang disebutkan.

ROI adalah kepanjangan dari Return On Investment. ROI merupakan proyeksi bagaimana startup anda bisa mengalokasikan pendapatan neto kembali kepada investor, atau melakukan investasi untuk hal yang baru. Sebuah proyeksi kemana startup Anda akan melaju dan mengalokasikan dana dari investor yang ingin bergabung. Ini adalah peak atau puncak bagaimana anda bisa merayu para calon investor.

BEP kepanjangan dari Break-even Point. Ini adalah proyeksi berapa lama Startup anda akan mendapatkan kembali modal yang sudah dikeluarkan. BEP sejatinya dikaitkan dengan proyeksi berapa besar pendapatan per periode yang akan didapatkan.

Dua hal ini harus benar-benar dianalisa untuk menentukan rencana kedepan yang bisa menentukan arah start-up Anda.

6. Tunjukan kekuatan tim anda

Anda harus menunjukkan siapa saja The Man behind the gun dari startup anda. Ini menunjukkan bahwa anda sangat mengenal tim anda dan tim anda sudah terdiri dari orang-orang yang tepat dan solid.

Kenalkan tim anda kepada Investor beserta kemampuan yang mereka miliki beserta pencapaian yang telah mereka raih. Kelebihan-kelebihan yang mereka miliki bisa menjadi nilai tambah bagi startup anda di mata investor.

Tunjukan siapa saja yang akan mengembangkan startup anda ke depannya, mengapa tim anda merupakan tim dengan formulasi terbaik, apa saja pencapaian yang sudah anda capai bersama sebagai tim dan alasan anda akan tetap maju dengan tim tersebut hingga startup anda berkembang.

Visi dan misi dari sebuah organisasi tidak akan bisa tercapai tanpa adanya rasa solidaritas dari tim, dan kerja keras bersama sebuah tim. Oleh karena itu, anda harus meyakinkan investor bahwa tim anda mampu mengembangkan startup anda.

7. Berani beda dengan desain yang tidak biasa

Anda bukan satu-satunya yang melakukan presentasi pitching di depan investor. Terdapat ribuan pesaing Anda yang mencari investasi, yang tak kalah hebat dan tak kalah potensial dari anda. Bisa jadi, pesaing anda juga memiliki ide yang memiliki kesamaan dengan anda. Jika anda menyampaikan 6 poin di atas dengan cara yang sama dengan ribuan dari pesaing anda, maka kemungkinan presentasi pitching anda akan diingat sangat kecil.

Mulailah berpikir untuk menyajikan masalah, solusi dan semua poin-poin kedalam satu presentasi pitching yang berbeda dari yang lainnya. Sampaikan poin-poin tersebut secara efektif, menarik dan memorable melalui visual yang menarik dan pemilihan diksi yang tepat. Anda dapat membuat slide presentasi yang menarik, video simulasi, infografis, Augmented Reality (AR), dsb.

Cari inspirasi unik atau segera konsultasikan ke tokopresentasi.com untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk presentasi pitching Anda.

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 020 / 0812 8816 5156

BBM: 5795FBDD