Teknik bercerita bukan hanya untuk dongeng anak-anak, juga bukan hanya untuk menceritakan pengalaman pribadi. Faktanya, storytelling ini sangat efektif digunakan dalam presentasi. Dengan bercerita, audiens akan lebih memahami inti pesan yang disampaikan. Namun, dalam hal ini ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan terkait dengan stroytelling itu sendiri.

 

Berikut adalah teknik storytelling ala Tokopresentasi yang efektif untuk menarik perhatian audiens saat presentasi.

1. Ceritakan real case study

Dalam bercerita, alangkah lebih baiknya memberi contoh kasus yang benar-benar terjadi sehingga tingkat kepercayaan audiens dapat meningkat. Mengingat kepercayaan tersebut dapat mempengaruhi ketertarikan audiens terhadap materi presentasi yang dijelaskan. Sebagian dari audiens biasanya percaya penuh pada setiap perkataan yang diucapkan oleh presenter, maka berilah penekanan apabila kasus yang dijadikan contoh hanya bersifat khayalan atau imajinasi.

2. Kaitkan dengan tren yang terjadi

Tren atau peristiwa masa kini biasanya lebih menarik perhatian audiens. Oleh karena itu, cobalah untuk mengaitkan materi presentasi dengan tren terbaru yang tengah diperbincangkan dalam masyarakat luas. Dengan tren yang familiar tersebut, audiens akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan walaupun hanya dalam bentuk cerita.

3. Gunakan analogi yang masuk akal

Contoh kasus yang sifatnya imajinatif bisa disebut dengan analogi. Dalam storytelling saat presentasi, presenter perlu menyampaikan analogi yang dapat mendukung topik presentasi. Namun, jangan coba-coba menggunakan analogi di luar akal pikiran karena itu hanya akan membuat audiens bingung dan bisa saja salah persepsi.

 

 

Untuk konsultasi perihal presentasi, langsung saja hubungi:

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 030 / 0812 8816 5156

BBM: 5795FBDD