Tidak jarang seorang presenter mencantumkan visualisasi materi dalam bentuk gambar serta grafik (chart). Biasanya grafik digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang sifatnya perlu diukur dan pada umumnya grafik dipenuhi oleh angka-angka. Tugas presenter adalah menyajikan dan menjelaskan informasi yang berupa angka-angka tersebut dengan tepat kepada audiens. Salah menjelaskan bisa salah pengertian.

Maka dari itu beberapa hal berikut perlu untuk diperhatikan agar audiens lebih mengerti apa yang disampaikan oleh presenter.

1. Kaitkan isi grafik dengan data pendukung lainnya

Jangan terpaku pada angka-angka yang disajikan pada grafik atau chart, mulailah berimprovisasi dengan menghubungkan angka-angka tersebut dengan fakta yang ada. Namun ingat, harus tetap relevan.

2. Beri penekanan dalam bentuk visual pada poin-poin yang penting

Kreativitas perlu diperhatikan dalam menyajikan sebuah presentasi grafik. Gunakan warna-warna dengan kontras yang berbeda pada poin yang dianggap penting, selain itu bentuk (shape) juga dapat dijadikan alternatif.

3. Perkuat informasi grafik dari sisi visual seperti warna dan bentuk

Hindari grafik yang berisi banyak angka, tampilkan angka-angka yang utama saja agar tidak terlihat membingungkan dan lebih mudah dipahami. Tampilan grafik alangkah lebih baiknya tersaji dengan menarik dan tidak monoton baik dari segi bentuk maupun warna.

4. Buatlah lebih banyak slide untuk setiap pembahasan dalam bentuk grafik

Usahakan pembahasan grafik dipecah menjadi beberapa slide agar mudah dijelaskan satu persatu. Dengan begitu, tampilan grafik tidak menumpuk di satu slide sehingga audiens menjadi bingung dan tidak mengerti.

5. Sampaikan dalam bentuk narasi atau cerita

Seperti presentasi pada umumnya, hendaknya disampaikan dalam bentuk cerita atau narasi, serta menggunakan bahasa yang mudah dimengerti audiens tanpa harus bersusah payah menjelaskan.

6. Buatlah analogi untuk setiap poin yang akan disampaikan di dalam grafik

Sebuah analogi yang digunakan untuk setiap pembahasan dapat memudahkan audiens dalam memahami materi terkait. Pun yang dianalogikan itu adalah isi grafik. Tidak perlu mencari contoh analogi yang sulit, cukup hubungkan pada keseharian saja.

7. Jangan terlihat ragu atau bingung ketika menjelaskan di hadapan audiens

Persiapkan presentasi dengan baik, dengan begitu isi grafik dapat dijelaskan dengan baik tanpa terbata-bata karena ragu dan bingung karena tidak memahami lebih dalam.

8. Tambahkan bentuk visualisasi lain yang mendukung selain grafik itu sendiri

Tidak ada larangan untuk menambahkan visualisasi lain selain dari grafik itu sendiri, justru hal itu dapat mendukung isi dari grafik jika visualisasinya relevan. Selain itu, juga dapat membantu memperkuat penjelasan agar audiens cepat memahami.

 

Untuk konsultasi perihal presentasi, langsung saja hubungi:

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 030 / 0812 8816 5156

BBM: 5795FBDD