10 Kesalahan Kombinasi Warna Desain Grafis – Di dalam pembuatan sebuah desain yang hebat, pemilihan warna adalah hal yang sangat krusial. Secara psikologis, warna-warna tertentu bisa mengubah persepsi dari audiens atau orang yang melihat desain kita.

Sebelum memasuki ke inti pembahasan, kami memiliki beberapa rekomendasi Desain Presentasi yang bisa Anda gunakan sebagai referensi dan sesuai dengan kebutuhan. Ingin membuat desain presentasi yang menarik seperti ini? Hubungi tokopresentasi.com sekarang juga.

Ada warna merah yang menampilkan keberanian dan memiliki nuansa yang kuat. Ada juga warna putih yang sangat menggambarkan kejernihan, suci dan kejelasan terhadap sesuatu. Namun, tidak banyak yang menyadari pentingnya kombinasi warna yang diterapkan kedalam sebuah desain.

Untuk mendapatkan hasil desain yang memuaskan dari sudut pandang warna, berikut adalah 10 kombinasi warna desain grafis yang harus dihindari.

10 Kesalahan Kombinasi Warna Desain Grafis yang Dihindari

Warna adalah elemen penting dalam desain grafis, karena dapat mengkomunikasikan pesan, suasana, dan identitas brand. Namun, tidak semua kombinasi warna dapat menghasilkan hasil yang diinginkan. Kesalahan dalam memilih dan menggabungkan warna dapat merusak desain secara keseluruhan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan kombinasi warna yang perlu dihindari oleh desainer grafis.

1. Terlalu Banyak Warna

Pelangi boleh saja indah dipandang, namun beda jika diterapkan didalam sebuah desain presentasi. Terlalu banyak warna tidak akan membuat sebuah desain menjadi menarik. Sebaliknya, hal itu akan membuat desain terkesan riweuh. Lebih lagi, banyak sekali konten yang harus dimasukan.

Esensi dari sebuah desain adalah membuatnya lebih menarik dilihat. Namun, segala hal yang berlebihan tidak bisa dinikmati estetikanya. Ketika warna yang dimasukan kedalam suatu desain terlalu banyak, estetika akan hilang. Jadi, pastikan untuk tidak menampilkan banyak pilihan warna kedalam suatu desain.

Menggunakan terlalu banyak warna dalam satu desain dapat menyebabkan visual yang berantakan dan sulit dibaca. Usahakan untuk membatasi palet warna hingga tiga sampai empat warna utama. Dengan begitu, desain akan terlihat lebih konsisten dan harmonis.

Gambar 1. Sampel Bad Choice color combination dari sitepoint.com

2. Kontras yang Berlebihan

Kontras warna yang terlalu kuat dapat membuat mata cepat lelah dan mengganggu fokus pengguna. Misalnya, kombinasi warna neon yang sangat mencolok dengan latar belakang gelap dapat terasa menyilaukan. Sebaiknya, pilih kontras yang seimbang untuk menjaga kenyamanan visual.

3. Kombinasi Warna yang Kurang Kontras

Sebaliknya, kurangnya kontras juga bisa menjadi masalah. Warna-warna yang terlalu mirip, seperti abu-abu muda dengan putih, dapat membuat teks atau elemen penting sulit terbaca. Pastikan ada perbedaan yang cukup antara warna latar dan warna elemen teks atau objek lainnya.

Satu prinsipil umum dalam dunia desain adalah kontras. Perbedaan yang mencolok dari beberapa warna bisa menghasilkan tampilan yang bagus untuk dikombinasikan. Ketika warna yang dikombinasikan merupakan warna yang mendekati sama, hasilnya tidak akan terlihat.

Ketika warna latar belakang hijau dan tulisan anda dibuat hijau, maka kemungkinan besar apa yang ingin anda sampaikan tidak akan berjalan lancar. Lebih lagi, audiens akan memberikan kesan yang tidak bagus untuk Anda. Jadi kombinasikanlah warna yang kontras sehingga tulisan dan pesan yang ingin disampaikan bisa diterima audiens dengan baik.

4. Mengabaikan Teori Warna

Mengabaikan teori warna adalah kesalahan yang sering dilakukan, terutama oleh desainer pemula. Kombinasi warna yang tidak mempertimbangkan roda warna atau prinsip-prinsip dasar seperti warna komplementer, analog, atau triadik, bisa menghasilkan desain yang tidak menarik secara visual.

Misalnya, jika Anda kombinasikan warna gelap dilatar dengan konten tulisan berwarna biru navy, percayalah audiens Anda tidak akan merasakan nyaman melihatnya. Juga, bila anda kombinasikan warna merah terang di latar dengan tulisan berwarna hijau terang, hilang sudah estetika desainnya.

Gambar 2. Sampel Bad Choice color combination dari designwebkit.com

5. Warna Tidak Sesuai Brand dan Konten

Pemilihan warna yang tidak sesuai dengan identitas brand bisa mengaburkan pesan yang ingin disampaikan. Misalnya, warna-warna cerah mungkin tidak cocok untuk brand yang ingin menampilkan citra profesional dan serius. Pastikan warna yang dipilih sesuai dengan nilai dan kepribadian brand.

Warna sudah bagus dikombinasikan, warna-warna cerah dan elegan yang menarik diperlihatkan. Namun, apakah kesan dan estetika tetap didapat ketika warna-warna itu disalurkan kedalam desain yang tujuannya untuk mengeskpresikan duka cita. Tentu tidak, yang ada malah membuat orang memberikan kesan buruk kepada kita.

Untuk memastikan warna kita sesuai konten, hal yang paling mudah adalah mengetahui untuk apa desain kita dibuat. Selalu ada tema, dan tujuan yang ingin dicapai. Jika tema tersebut menerangkan tentang lingkungan, maka warna yang paling cocok adalah hijau dan biru yang melambangkan pepohonan dan warna bumi.

Ada juga cara mengkombinasikan warna yang pas sesuai konten adalah merujuk pada logo atau ciri khas dari tema yang akan dibawakan. Misalnya, PocariSweat dengan logo tulisan yang berwarna biru dan latar putih, maka baiknya kita memberikan warna biru dan putih untuk mencocokkannya dengan konten.

6. Tidak Mempertimbangkan Keterbacaan

Teks yang sulit dibaca karena kombinasi warna yang buruk adalah kesalahan umum. Warna teks yang terlalu mirip dengan warna latar belakang atau penggunaan warna cerah pada teks kecil dapat menurunkan keterbacaan. Selalu perhatikan kontras dan ukuran teks untuk memastikan teks mudah dibaca.

7. Mengabaikan Aspek Emosional Warna

Setiap warna memiliki asosiasi emosionalnya sendiri. Mengabaikan aspek ini bisa membuat desain kurang efektif. Misalnya, warna merah yang sering dikaitkan dengan urgensi dan energi mungkin tidak cocok untuk desain yang ingin menonjolkan ketenangan dan kesejukan.

8. Mengandalkan Warna sebagai Satu-satunya Elemen Diferensiasi

Hanya mengandalkan warna untuk membedakan elemen-elemen penting dalam desain bisa menjadi masalah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan. Sebaiknya, gunakan juga variasi bentuk, ukuran, atau tekstur untuk memberikan pembeda yang lebih jelas.

9. Tidak Menguji Warna di Berbagai Layar

Warna yang tampak bagus di satu layar belum tentu terlihat sama di layar lain. Setiap perangkat memiliki pengaturan warna yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk menguji desain di beberapa perangkat untuk memastikan warna tetap konsisten dan sesuai harapan.

10. Mengabaikan Tren Warna Terkini

Walaupun tidak selalu wajib mengikuti tren, mengabaikan tren warna yang sedang populer bisa membuat desain terasa usang. Sebaiknya, tetap update dengan tren warna terbaru untuk memastikan desain Anda tetap relevan dan menarik.

Menghindari kesalahan-kesalahan ini akan membantu Anda menciptakan desain grafis yang lebih efektif dan menarik. Warna yang dipilih dengan tepat akan memperkuat pesan dan menciptakan pengalaman visual yang menyenangkan bagi audiens.

Itulah 10 hal yang harus dihindari ketika memainkan warna kedalam desain tertentu.


Ingin mengetahui lebih lanjut terkait layanan desain, animasi dan training kami?

Hubungi kami di: