Mengawali sebuah presentasi tidaklah sulit. Sebenarnya sebuah sapaan dan salam saja sudah memenuhi kriteria untuk membuka dan mengawali presentasi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah seperti apa sapaan yang digunakan agar dapat menarik perhatian dan meningkatkan semangat audiens presentasi. Sebab pembukaan presentasi yang baik akan memberikan dampak yang baik pula pada keseluruhan jalannya presentasi.

Lalu apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan sebuah presentasi? Pada artikel ini, Tokopresentasi akan memberikan kiat-kiat dalam membuka presentasi dengan baik dan sukses. Mari simak empat poin berikut ini!

1. Menyapa Audiens dengan Antusias

Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah poin pertama ini, yaitu melontarkan sapaan dengan penuh antusias. Jenis sapaan dapat berupa apa saja selain salam “selamat pagi” atau “selamat siang”, kamu bisa mengimprovisasi salam tersebut menjadi tidak biasa dan terdengar menghibur. Pastikan audiens presentasi menjawab sapaanmu dengan penuh antusias juga, sebab semangat audiens presentasi akan muncul bersama semangat seorang presenter.

2. Menceritakan Sesuatu

Kiat kedua yang dapat kamu lakukan adalah menyampaikan sebuah cerita pendek yang menjadi latar belakang presentasi kamu. Audiens sudah pasti bosan mendengarkan awalan presentasi yang itu-itu saja, alias tidak ada yang istimewa. Sampaikan cerita yang menarik dan sedikit berkaitan dengan materi inti presentasi. Tidak perlu mencakup semua, melainkan sepotong materi yang bisa dijadikan hint dan membuat audiens penasaran.

3. Melontarkan Lelucon

Poin ini jangan sampai tertinggal, ya. Lelucon yang hiburan justru dibutuhkan audiens presentasi untuk me-refresh otak mereka. Lontarkan lelucon untuk mengawali presentasi yang serius. Buat pikiran audiens tenang sebelum presentasi dimulai. Jika di awal saja audiens sudah merasakan tegang karena takut ditanya oleh presenter, bagaimana nanti ketika presentasi berjalan? Bisa-bisa audiens menjadi pasif dan enggan untuk menanggapi, apalagi mengajukan pertanyaan.

4. Menyampaikan Analogi

Tidak berbeda jauh dengan cerita, menyampaikan analogi juga akan menarik minat audiens untuk memperhatikan lebih dalam materi presentasi. Penyampaian analogi yang tepat merupakan awal yang baik untuk kesan yang baik. Seperti halnya kiat ke-2 yaitu bercerita, kiat ke-3 ini juga termasuk dalam cara/teknik menyampaikan latar belakang presentasi. Pastikan hal-hal yang dijadikan analogi mewakili keseluruhan materi presentasi yang akan dipaparkan setelahnya.

 

Jangan biarkan audiens presentasi merasa bosan, pun saat pertama kali kamu memulai pembicaraan di hadapan mereka. Berikan kesan yang positif dan awalan yang baik sebelum membahas materi atau topik inti dari presentasimu. Demikian 4 kiat membuka presentasi dengan sukses. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

 

 

 

Untuk konsultasi perihal presentasi, langsung saja hubungi:

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 030 / 0813 8823 9660

BBM: 5795FBDD