Karakter Marvel yang satu ini memunculkan banyak penggemar. Deadpool memiliki daya tarik berbeda dibandingkan superhero lainnya yang lebih taat aturan dan patriotik (layaknya Captain America, dan teman-temannya). Tingkahnya yang lucu dan di luar akal sehat menjadi ketertarikan tersendiri bagi penonton setia Marvel.
Dari karakter Deadpool tersebut, Tokopresentasi berhasil mengaitkannya dengan strategi dalam melakukan sebuah presentasi. Kita bisa mempelajari bagaimana membuat sesuatunya semenarik mungkin agar audiens menaruh perhatiannya pada sesuatu yang menarik itu.
1. Sampaikan pesan dengan sepenuh hati
Jangan setengah hati dalam menyampaikan sebuah presentasi karena hasilnya tidak akan maksimal. Sampaikan materi dengan senyuman dan niat yang baik, disertai hati yang ikhlas tanpa terpaksa. Seperti film kedua Deadpool yang tayang bulan Mei lalu, di mana Deadpool membantu seorang anak yang tengah diburu oleh Cable. Deadpool beraksi menolong dan melindungi anak tersebut dengan sepenuh hatinya dan memang karena keinginan kuat dari hatinya.
2. Selipkan jokes yang sesuai dengan audiens
Pentingnya hiburan di sela presentasi. Dengan adanya hiburan, audiens tidak akan merasa bosan dan jenuh untuk memperhatikan. Teringat pada berbagai jokes yang dilontarkan oleh Deadpool di sela aksinya yang serius. Deadpool tidak pernah berhenti mengeluarkan kata-kata kocak yang mampu mengocok perut penonton, dan itulah penyebab karakter ini disenangi oleh banyak penonton.
3. Tunjukkan koneksi antara poin-poin yang disampaikan
Sebagai seorang presenter, hendaknya tidak melupakan yang satu ini. Jelaskan hubungan antara poin-poin yang dibahas. Jangan sampai audiens hilang pemahaman terhadap materi presentasi yang disampaikan. Begitu pula dalam film Deadpool, sebenarnya ini adalah tugas seorang produser dan editor untuk menyusun alur sedemikian rupa agar dipahami oleh penonton. Namun, dalam filmnya, karakter utama Deadpool juga melakukannya. Sadar atau tidak, Deadpool selalu menjelaskan kaitan antara adegan-adegan yang ia lakukan di awal dan di akhir filmnya.
4. Jangan takut untuk meminta bantuan dari audiens
Hilangkan perasaan enggan untuk bertanya pada audiens ketika kamu membutuhkan bantuan. Tindakan ini merupakan solusi di saat kamu berada di situasi genting atau di saat kamu lupa akan suatu hal yang berhubungan dengan materi presentasi. Ingat adegan pada film kedua Deadpool, ketika ia membentuk sebuah tim untuk melawan Cable? Deadpool merasa tidak sanggup melawan Cable seorang diri. Ia akhirnya meminta bantuan kepada sekelompok mutan yang dikenal dengan X-Force, yang terasosiasi dengan dunia X-Men. Deadpool sama sekali tidak merasa malu atau gengsi, sebab ia benar-benar membutuhkan bantuan orang lain untuk melancarkan aksinya.
Strategi di atas dapat membantu kamu yang tengah kesulitan dalam hal presentasi. Oleh karena itu, ingat saja karakter Deadpool seperti yang baru saja dijelaskan, maka kamu akan berhasil melewatinya!
Untuk konsultasi perihal presentasi, langsung saja hubungi:
Website: www.tokopresentasi.com
Email: info@tokopresentasi.com
Phone: 0812 8905 030 / 0812 8905 020
BBM: 5795FBDD