Desain Presentasi Continuous Improvement: Pengertian dan Teknik Ciamik –Desain presentasi continuous improvement merupakan salah satu kegiatan krusial bagi perusahaan. Terutama ketika ingin mengoptimalkan kualitas kinerja maupun perbaikan bisnis.
Dalam artikel ini, akan dijelaskan apa itu continuous improvement di dalam organisasi/perusahaan. Serta, tentunya cara membuat desain presentasi yang ciamik.

Tidak terlewatkan, baca sampai akhir untuk tahu langkah dalam continuous improvement, ya! Terlebih, jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang desain presentasi continuous improvement.

Sebelum memasuki ke inti pembahasan, kami memiliki beberapa rekomendasi custom Desain Presentasi Continuous Improvement yang bisa Anda gunakan sebagai referensi dan sesuai dengan kebutuhan. Ingin membuat presentasi yang menarik seperti ini? Hubungi tokopresentasi.com sekarang juga.

Akan tetapi, berbicara mengenai desain presentasi, alangkah lebih mantap jika diiringi dengan pengetahuan tentang jasa desain presentasi. Yuk, kenalan dulu dengan Toko Presentasi. 

Jadi, Toko Presentasi adalah penyedia service dalam bidang desain presentasi. Kami sudah y ada sejak tahun 2012, lho. Di Indonesia hingga luar negeri, layanan Toko Presentasi sudah pernah digunakan. Kami juga telah menangani puluhan ribu klien dari berbagai industri. Antara lain: dari lembaga pemerintahan, wirausaha lokal, UMKM, BUMN, maupun private sector.

Output yang dihasilkan pun variatif ya. Jadi, tidak terbatas pada template desain yang monoton saja. Akan tetapi, ada beraneka pilihan yang bisa Anda request atau custom. Plus, Anda pun bisa order dalam jangka waktu cepat sesuai yang Anda pilih.

Pengertian Continuous Improvement

Sebagaimana tampak dari istilah harfiah, “continuous”berarti berkelanjutan. Sedangkan “improvement”, berarti peningkatan. Secara lebih kontekstual, maksudnya adalah peningkatan yang dilakukan secara terus-menerus. Dampaknya, akan dapat dirasakan secara jangka panjang bagi perusahaan.

Output dilakukannya Continuous Improvement bisa berupa lahirnya inovasi. Selain itu, bisa juga perbaikan dari sistem yang sudah ada. Harapannya, agar tercipta layanan atau produk yang mampu bersaing seiring berkembangnya zaman.

Dalam penerapannya, Continuous Improvement akan mengikutsertakan karyawan. Gunanya adalah menampung ide dari berbagai sudut. Tentunya, para karyawan juga dibekali dengan wadah untuk menyalurkan ide mereka, ya.

Prosesnya pun bisa mulai dari kegiatan sederhana ideation. Tidak harus ide besar juga lho, melainkan ide sekecil apa oum bisa jadi bermanfaat untuk perbaikan operasional.

Teknik Desain Presentasi Continuous Improvement

Tidak sama persis dengan desain secara umum, kali ini butuh angle khusus. Desain presentasi untuk Continuous Improvement yang bisa Anda praktikkan, antara lain:

Struktur topiknya tersusun berurutan

Karena topol CI semestinya bersifat lumayan akademis dan berbobot. Jadi, Anda harus menyusunnya dengan tetap urut, ya!

Planning didukung dengan infografis

CI akan lebih lengkap jika ada data. Contohnya: data progres efisiensi budget tahun sekian. Nah, dari situ, lebih optimal jika didukung dengan infografis yang ciamik.

Layout yang rapi

SErasi dengan navigasi, organize layout agar tetap beraturan, ya. Kalau ingin menambahkan animasi transisi, pastikan jangan berlebihan apalagi, sampai memperlambat durasi.

Memperhatikan alur dan navigasi

Setelah itu, cek jika jumlah dan positioning navigasinya. Jangan menyepelekan ini, ya. Karena, bisa-bisa pemilihan icon yang salah bisa membuat Anda bingung sendiri saat tampil.

Gambar berkualitas tajam

Sudah seperti komponen tak terpisahkan! Ya, gambar harus berkualitas tinggi. Jangan sampai fatal dengan memilih gambar yang blur. Khususnya, kalau ingin menang dalam desain presentasi continuous improvement.

Pilihan warna tidak mencolok/suram

Langit umumnya biru. Rumput umumnya hijau. Penentuan warna seperti demikian semestinya harus dipahami. Perhatikan kombinasi yang serasi, jangan asal memadukan warna yang tidak pas, ya!

4 Langkah dalam Continuous Improvement

Beberapa orang menyebut Continuous Improvement seperti metode kaizen dari Jepang. Terlepas dari berbagai perbedaan itu, di bawah ini adalah 4 proses yang dapat diaplikasikan:

Plan

Langkah paling awal, yakni tentang perencanaan. Didahului proses identifikasi masalah, kemudian diikuti analisis. Selanjutnya, ada tahap pemetaan tujuan. Anda dapat memakai kerangka SMART (specific, measureable, relevant, dan time-bound).

Do

Kemudian, Anda berada di stage untuk eksekusi. Di sini, bisa diterapkan proses implementasi dari rencana sebelumnya.

Setelah itu, berilah training juga bagi karyawan. Karena apa? Agar performa mereka lebih optimal dalam bekerja.

Di akhir, Anda bisa mempersiapkan dokumentasi. Hal ini bermanfaat untuk melakukan tracking progres, ya. Jadi, identifikasi masalah jadi lebih mudah terdeteksi.

Check

Pada nomor 3 ini, Anda diharapkan sudah punya tool untuk mengukur kinerja karyawan. Langkah ini bisa sangat critical, lho. Jadi, Anda harus dapat melakukan evaluasi yang holistik.

Lagi-lagi, hal ini dilakukan untuk kebaikan perusahaan Anda. Agar nantinya dapat improve secara totalitas.

Namun, jangan sampai hal ini menyebabkan Anda jadi diktatoris, ya. Tetaplah humble dan terbuka terhadap feedback.

Act

Langkah ino bersifat actionable. Jadi, diperlukan tindakan nyata. Rencana hanya sebatas rencana kalau tidak dijalankan. Oleh karena itu, perhatikan apa yang kurang, dan laksanakanlah semaksimal mungkin.

Di lain sisi, terapkan adjustment atau penyesuaian jika memang dibutuhkan. Sehingga planning tidak kaku dan demi mencapai kualitas terbaik.

Keempat framework tersebut sering disingkat menjadi metode PDCA. Anda akan maksimal mengimplementasikan continuous improvement jika memperhatikan PDCA.

Efek Positif Continuous Improvement

Jika dianalogikan seperti tablet obat, framework PDCA adalah dosis proporsional dalam CI. Di samping itu, lebih spesifik dalam hal desain, ada tipsnya tersendiri.

Keseluruhannya adalah untuk kebaikan perusahaan dalam jangka panjang. Multiple effects yang bisa didapat adalah peluang mendapat reputasi yang lebih baik di mata konsumen.

Maka dari itu, biar Anda lebih antusias, berikut ini manfaat jika Anda menerapkan continuous improvement:

  • Mendeteksi masalah lebih dini
  • Dapat mewujudkan evaluasi komprehensif
  • Karyawan merasa dihargai karena dilibatkan
  • Ide-ide lebih lengkap karena menampung berbagai level jabatan
  • Progres lebih mudah dipantau secara terus-menerus
  • Mempercepat prose decision making bagi stakeholders
  • Mendorong perbaikan yang sustainable
  • Meminimalkan risiko
  • Menghemat anggaran perusahaan
  • Proses operasional jadi lebih efisien

Kesimpulan

Nah, itulah penjabaran terkait Continuous Improvement. Sudah dipaparkan pula pengertian, langkah, hingga manfaat dari CI. Di samping itu, Anda juga telah menyimak tips desain presentasi Continuous Improvement, kan?

Jika ingin mendalami bagian desain untuk proyek presentasi, Anda dapat mempertimbangkan Toko Presenti. Klien kami sudah puluhan ribu, lho. Toko Presentasi juga sudah pernah handle aneka materi, meliputi: RUPS, company report, profile, seminar, infografis, dan lainnya.


Ingin desain presentasi yang profesional dan siap pakai? Kunjungi tokopresentasi untuk solusi jasa desain PPT terbaik!

Hubungi kami di: