Cara Menjawab Pertanyaan yang Kita Tidak Tahu Saat Presentasi – Saat melakukan presentasi, kita mungkin berusaha sebaik mungkin untuk memahami materi yang akan disampaikan. Namun, ada kalanya audiens mengajukan pertanyaan yang tidak kita ketahui jawabannya. Menghadapi situasi ini bisa terasa menegangkan, tetapi dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat tetap terlihat profesional dan percaya diri. Berikut adalah beberapa cara menjawab pertanyaan yang kita tidak tahu saat presentasi.

Sebelum memasuki ke inti pembahasan, kami memiliki beberapa rekomendasi Desain Presentasi yang bisa Anda gunakan sebagai referensi dan sesuai dengan kebutuhan. Ingin membuat desain presentasi yang menarik seperti ini? Hubungi tokopresentasi.com sekarang juga.

Cara Menjawab Pertanyaan yang Kita Tidak Tahu Saat Presentasi

Tak jarang ketika Anda sedang atau sesudah presentasi, Anda dihadapkan dengan pertanyaan bertubi-tubi. Apalagi ketika poin yang telah Anda sampaikan meninggalkan pertanyaan-pertanyaan dibenak audiens. Tak jarang juga yang sangat kritis dan menggali semua yang Anda tahu, sampai Anda tidak punya jawaban dan tidak bisa menjawabnya.

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Cara menjawab pertanyaan yang kita tidak tahu saat presentasi yang pertama adalah lakukan adalah tetap tenang. Audiens bisa merasakan jika Anda mulai panik atau gugup, dan hal ini bisa mengganggu alur presentasi. Jangan takut untuk mengatakan bahwa Anda tidak tahu jawabannya. Yang penting adalah bagaimana Anda merespons situasi dengan sikap tenang dan profesional. Dengan tetap tenang, Anda dapat berpikir lebih jernih dan memberikan respons yang lebih terkontrol.

2. Akui Ketidaktahuan dengan Jujur

Ketika Anda tidak tahu jawaban dari sebuah pertanyaan, jujurlah. Tidak ada yang salah dengan mengakui bahwa Anda belum memiliki informasi yang diminta. Cobalah menjawab dengan kalimat seperti, “Itu pertanyaan yang bagus, tapi saat ini saya belum memiliki data yang tepat untuk menjawabnya.” Kejujuran dalam situasi ini akan lebih dihargai daripada mencoba memberikan jawaban yang tidak pasti atau salah.

3. Tawarkan untuk Menelusuri Jawaban Setelah Presentasi

Setelah mengakui bahwa Anda tidak tahu jawabannya, cara menjawab pertanyaan yang kita tidak tahu saat presentasi selanjutnya adalah menawarkan untuk mencari tahu lebih lanjut. Anda bisa mengatakan sesuatu seperti, “Saya akan meneliti lebih lanjut dan mengirimkan jawabannya kepada Anda setelah presentasi.” Ini menunjukkan bahwa Anda berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan tetap bertanggung jawab terhadap pertanyaan audiens.

4. Arahkan Diskusi pada Audiens Lain

Jika pertanyaan yang diajukan sangat spesifik dan sulit, Anda bisa melibatkan audiens lain dalam diskusi. Anda dapat mengatakan, “Apakah ada di antara audiens yang memiliki pandangan atau jawaban terkait pertanyaan ini?” Dengan membuka diskusi, Anda menunjukkan bahwa Anda menghargai partisipasi audiens dan bersedia belajar bersama-sama. Ini juga bisa memperkaya presentasi dengan perspektif lain.

5. Ubah Pertanyaan Menjadi Diskusi Bersama

Ketika Anda tidak tahu jawabannya, cobalah untuk mengubah pertanyaan menjadi diskusi bersama. Anda bisa mengatakan, “Itu adalah hal yang menarik untuk dibahas. Menurut Anda, apa yang mungkin menjadi jawaban atas pertanyaan ini?” Mengubah situasi menjadi kesempatan untuk diskusi interaktif menunjukkan fleksibilitas Anda dalam mengelola presentasi dan membuat audiens merasa dilibatkan.

6. Jangan Tebak Jawaban

Salah satu hal terburuk yang bisa Anda lakukan saat tidak tahu jawabannya adalah menebak. Menebak jawaban hanya akan membuat Anda terlihat kurang profesional dan berisiko memberikan informasi yang salah. Jika Anda tidak yakin, lebih baik jujur dan akui bahwa Anda tidak tahu daripada memberikan jawaban yang mungkin menyesatkan audiens.

7. Gunakan Pengetahuan Umum atau Pengalaman Pribadi

Jika Anda tidak memiliki jawaban yang tepat, cobalah untuk menjawab berdasarkan pengetahuan umum atau pengalaman pribadi Anda yang relevan. Anda bisa mengatakan, “Saya tidak tahu secara spesifik untuk pertanyaan ini, tetapi berdasarkan pengalaman saya…” Ini membantu memberikan konteks atau wawasan tambahan, meskipun Anda tidak memiliki jawaban langsung.

8. Alihkan Fokus ke Poin-Poin Utama Presentasi

Setelah menjawab dengan jujur bahwa Anda tidak tahu, segera alihkan fokus kembali ke topik utama presentasi Anda. Anda bisa mengatakan, “Sebelum kita lanjutkan, mari kita kembali ke poin yang sedang dibahas.” Ini membantu menjaga alur presentasi dan memastikan bahwa pertanyaan yang tidak terjawab tidak mengganggu presentasi secara keseluruhan.

9. Buat Catatan tentang Pertanyaan yang Tidak Terjawab

Jika ada beberapa pertanyaan yang tidak Anda ketahui, pastikan untuk mencatatnya. Dengan mencatat, Anda menunjukkan bahwa Anda menghargai pertanyaan tersebut dan benar-benar berniat untuk mencari jawabannya. Setelah presentasi selesai, Anda bisa menindaklanjuti pertanyaan tersebut dengan mengirimkan jawaban melalui email atau metode komunikasi lainnya.

10. Tetap Positif dan Profesional

Cara menjawab pertanyaan yang kita tidak tahu saat presentasi Yang terakhir adalah tetap bersikap positif dan profesional. Jangan biarkan pertanyaan yang tidak bisa Anda jawab merusak suasana atau menurunkan kepercayaan diri Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak harus tahu segala hal, dan audiens biasanya akan lebih menghargai sikap profesionalisme dan kesediaan Anda untuk mencari tahu lebih lanjut.

3 Teknik Menjawab Pertanyaan Sulit Menurut Pakar

Ketika tidak bisa menjawab, Anda bisa terjebak dan beresiko mengorbankan kredibilitas Anda sebagai presenter atau pembicara. Bagaimana Anda menyikapi ini?

Menurut Frank J. Carillo, President, Executive Communication Group (ECG), secara umum ada tiga teknik atau cara menjawab pertanyaan yang kita tidak tahu saat presentasi yang bisa Anda lakukan untuk menghindari kegagalan, yaitu:

Pertama, Bridging

Apa yang dimaksud dengan bridging adalah memindahkan satu poin ke yang lain. Biasanya dari pertanyaan yang detil di konversikan menjadi satu pertanyaan dalam skala yang luas. Sehingga, jawaban bisa dikondisikan. Ini dilakukan dengan menerapkan pernyataan transisional.

Seperti contoh, “Apa yang Anda utarakan benar di beberapa konteks, namun, kita harus melihat permasalahan ini dalam konteks yang lebih luas….” pernyataan ini mengantarkan Anda untuk bisa menjawab berdasarkan perspektif yang lebih luas. Ini memberikan keleluasaan bagi Anda untuk menjawab berdasarkan kemampuan Anda. Disisi lain, Anda harus memastikan bridging ini tidak keluar terlalu jauh dari apa yang ditanyakan Audiens.

Kedua, adalah Reframing

Reframing adalah mengkonversi sebuah pertanyaan sulit dari audiens menjadi pertanyaan yang Anda paling mengerti untuk menjawabnya. Ini akan meyakinkan dua hal, pertama membuat penanya merasa terdengar, dan yang kedua membuat Anda yakin bisa memberikan jawaban yang maksimal mungkin. Ini bisa dilakukan dengan memperbaiki pertanyaan itu atau mengubah fokus pertanyaan itu sendiri.

Anda mengubah pertanyaan A menjadi pertanyaan B yang terikat satu sama lain. Dimana B lebih bisa Anda Jawab daripada A. Itulah inti dari reframing. Hal ini harus mempunyai koneksi satu sama lain, antara pertanyaan original dan yang sudah di ubah.

Ketiga adalah Redirecting

Apa yang akan Anda jawab ketika ditanya sesuatu yang sudah pasti tidak bisa dijawab atau tidak bisa Anda berikan jawaban dalam presentasi Anda?

Jika Anda memaksa untuk menjawab dengan apa yang Anda tahu, Karir dan reputasi Anda akan beresiko. Untuk itu, teknik redirecting adalah mengakui jika dengan sigap bahwa Anda tidak bisa menjawab itu, namun tidak meninggalkan jejak yang ambigu.

Contoh redirecting sebagai berikut; “Saya minta maaf karena tidak bisa mengutarakan jawaban yang ditanya oleh Anda, mengingat otoritas saya yang terbatas dan peraturan perusahaan yang harus saya jaga. Namun, yang bisa saya katakan ….”

Anda bisa memberikan kartu nama untuk menawarkan diskusi lebih lanjut dengan penanya Anda di luar sesi presentasi, agar reputasi dan kredibilitas Anda tetap terjaga dengan baik.

Terakhir, ketika Anda memutuskan untuk bridging, reframing, dan redirecting, pastikan Anda tidak kembali ke pertanyaan awal.

Kesimpulan

Saat presentasi, menghadapi pertanyaan yang tidak Anda ketahui jawabannya bukanlah akhir dari segalanya. Dengan sikap yang tenang, jujur, dan profesional, Anda bisa tetap mengendalikan situasi dan memberikan kesan positif pada audiens. Ingat, mengakui bahwa Anda tidak tahu adalah hal yang wajar, dan yang lebih penting adalah bagaimana Anda merespons situasi tersebut. Terapkan cara menjawab pertanyaan yang kita tidak tahu saat presentasi di atas agar Anda tetap tampil percaya diri meski menghadapi pertanyaan yang sulit.


Ingin mengetahui lebih lanjut terkait layanan desain, animasi dan training kami?

Hubungi kami di: