Tidak menutup kemungkinan seorang public speaker merasakan kesulitan ketika menyampaikan materi presentasi kepada audiens, apalagi audiens presentasi masih tergolong ‘anak-anak’ khususnya yang berusia kurang dari 10 tahun. Memang tidak mudah untuk dilakukan karena kamu harus mengeluarkan lebih banyak waktu dan energi agar pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Oleh karena itu, yang harus dipelajari adalah bagaimana caranya mendapatkan perhatian anak-anak sebagai audiens presentasi. Berikut adalah tips menghadapi anak-anak sebagai audiens presentasi.

1. Pilih jenis font yang menarik dengan size yang besar dan tebal

Anak-anak memang belum mengerti mengenai jenis tulisan seperti apa yang mereka sukai. Namun, alangkah lebih baiknya pilihlah font yang unik dan mudah dibaca. Jangan lupa mengatur ukuran tulisan menjadi lebih besar dan diberi ketebalan (bold). Bagi anak-anak yang belum bisa membaca, mereka akan melihat seberapa menariknya tulisan yang disajikan dan seberapa menghiburnya presenter dalam berinteraksi mengenai materi presentasi.

2. Gunakan warna-warna yang cerah dan ceria

Warna yang menarik dan cerah tentu menjadi salah satu faktor penting untuk mendapatkan perhatian anak-anak. Tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, anak-anak juga lebih menyukai materi presentasi yang memiliki visualisasi dan kombinasi warna yang menarik untuk dilihat. Cukup gunakan warna dasar dengan komposisi yang tepat, juga disesuaikan dengan materi presentasi.

3. Kurangi teks yang tidak penting, lalu perbanyak gambar dan animasi/video

Seperti yang telah disinggung di poin sebelumnya, pesan akan mudah tersampaikan bila disajikan dengan tampilan visual yang menarik. Pernyataan itu berlaku bagi seluruh kalangan audiens. Namun, jika untuk anak-anak, sebaiknya lebih dipenuhi dengan gambar atau video animasi yang relevan dengan materi presentasi. Teks pada slide presentasi justru dianggap tidak penting, apalagi bagi anak-anak yang belum bisa membaca.

4. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami

Jangan menggunakan diksi yang sulit dipahami, khususnya jika audiensnya adalah anak-anak. Cukup gunakan bahasa sehari-hari yang tidak sulit untuk dimengerti. Dengan begitu, pesan akan tersampaikan dengan baik dan tepat.

5. Selipkan permainan untuk ice breaking di sela presentasi

Adakan games setiap anak-anak kehilangan fokus. Tidak masalah jika itu hanya teriakan semangat atau lelucon ringan, yang terpenting dapat mengembalikan fokus mereka. Seperti yang diketahui, tidak ada anak-anak yang tidak menyukai kejutan bukan?

6. Sajikan dalam bentuk storytelling yang menarik

Layaknya presentasi bisnis, teknik bercerita atau storytelling ternyata cukup efektif bagi anak-anak. Teknik bercerita ini membuat mereka fokus dalam memperhatikan setiap detail materi presentasi. Mengingat anak-anak cenderung menyukai sesuatu yang bentuknya cerita menarik, seperti dongeng atau komik. Ditambah lagi, mereka menyukai cerita yang ekspresif dan terkesan nyata karena dapat meningkatkan khayalan dan kreativitas mereka tentang materi presentasi yang disampaikan.

7. Posisikan diri sedekat mungkin dengan anak-anak

Usahakan jangan berdiri terlalu jauh dari anak-anak berada. Sambil menjelaskan materi presentasi, kamu bisa menghampiri mereka. Kamu juga bisa duduk di tengah-tengah mereka, tidak masalah jika harus membentuk lingkaran besar.

8. Libatkan anak-anak dan lakukan interaksi dengan mereka

Agar anak-anak tidak merasa bosan, cobalah untuk berinteraksi dengan mereka. Lontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar materi presentasi, juga berikan hadiah apabila menjawab pertanyaan tersebut dengan benar. Anak-anak sangat menyukai hadiah, lho!

 

Tidak sulit ‘kan melakukan presentasi di depan anak-anak? Seperti presentasi yang lain, yang terpenting adalah usaha keras dan percaya diri yang tinggi.

 

 

Untuk konsultasi perihal presentasi, langsung saja hubungi:

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 030 / 0812 8905 020

BBM: 5795FBD