Film The Greatest Showman merupakan salah satu film keluarga yang menjadi favorit karena ceritanya yang sangat bermutu dan mengandung banyak pesan moral. Film ini juga cenderung tidak membosankan karena begitu banyak dialog yang mengandung lelucon, selain itu alur ceritanya sangat menarik dan tidak terduga. Pesan moral yang terkandung di film The Greatest Showman tersebut juga dapat dijadikan strategi dan tips presentasi sukses.
Tokopresentasi merangkumnya menjadi beberapa tips yang sangat berhubungan erat dengan bagaimana caranya mengakhiri presentasi dengan sempurna. Yuk, simak tips presentasi sukses yang dapat dipelajari dari film The Greatest Showman berikut ini!
1. Memiliki ide yang istimewa
Tokoh utama film The Greatest Showman, Barnum, memilki begitu banyak ide istimewa dan di luar akal pikiran (out the box) yang membawanya pada sebuah keberhasilan dan kesuksesan. Keinginannya yang kuat untuk mewujudkan ide itu menjadikan Barnum sukses di masa depan.
Menjadi seorang presenter yang hebat dimulai dari ide presentasi yang hebat juga, tinggal bagaimana cara mengolahnya agar ide tersebut tidak hanya menjadi sebuah ide melainkan dapat menjadi sebuah kesuksesan yang nyata.
2. Berani menghadapi risiko
Keberanian juga menjadi salah satu modal untuk mencapai kesuksesan. Dalam film The Greatest Showman, Barnum terus bertekad agar mimpinya tercapai yaitu mendirikan sebuah usaha sirkus dengan bantuan serta kerja sama dari beberapa orang dengan keunikan berbeda.
Seorang presenter juga harus berani dalam mengambil keputusan, menerima segala risiko yang ada. Keraguan yang ada hanya akan menjadi keraguan, bahkan menjadi ketakutan besar yang membuatmu tidak yakin untuk maju dan sukses. Sebab jika belum dicoba, tidak akan tahu bagaimana hasilnya bukan?
3. Menerima kritik dan saran
Memang pada awalnya Barnum terlalu terlena dengan hasil yang ia dapat dan terlalu mudah tergiur oleh kesuksesan yang didapatnya secara instan, padahal itu merugikan dirinya sendiri. Di film The Greatest Showman, Barnum dibutakan oleh harta dan wanita. Menurutnya, jika ada harta yang bisa ia dapat dengan instan, mengapa tidak dilakukan? Yah, walaupun hal itu ternyata membuatnya bangkrut dan rugi atas usaha barunya.
Namun, pada akhirnya Barnum menyadari bahwa kritik dan saran yang diberikan oleh teman-temannya ternyata sangat bermanfaat dan membuat dirinya bangkit dari keterpurukan. Begitu pula dalam melakukan presentasi, jangan bersikap tinggi hati dan menolak kritikan dari audiens ataupun teman dekat karena itu akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri.
4. Berani dan percaya diri menjadi berbeda
Keberanian yang lain yaitu menjadi berbeda dibandingkan orang-orang di sekitar. Seperti pada filmnya, The Greatest Showman, masing-masing anggota sirkus yang direkrut oleh Barnum memiliki keunikan tersendiri. Pun itu membuat mereka berbeda dari orang-orang normal di luar sana. Namun, justru keunikan itulah yang menjadikan mereka sukses sekaligus mampu menghibur ribuan audiens.
Sama halnya ketika presentasi, lakukanlah hal yang ingin kamu lakukan. Jangan dengarkan kata orang lain tentang dirimu. Sebagai presenter, kamu hanya perlu merasa berani dan percaya diri untuk menjadi berbeda. Tentu saja, keberanian dan percaya diri akan membuat presentasimu berkesan di hadapan seluruh audiens.
Begitulah pesan moral yang dapat diambil dari film The Greatest Showman. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, tidak pula ada manusia yang sempurna dan sepenuhnya bahagia atas kesempurnaan yang dimiliki. Semua ada karena usaha dan keberanian dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam melakukan presentasi di hadapan audiens.
Untuk konsultasi perihal presentasi, langsung saja hubungi:
Website: www.tokopresentasi.com
Email: info@tokopresentasi.com
Phone: 0812 8905 030 / 0812 8905 020
BBM: 5795FBDD