0+
Peserta Training
0+
Kelas Training
0+
Topik Pelatihan
0+
Trainer Profesional

Training Desain Infografis untuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Dapatkan informasi terkait jadwal Training Desain Infografis untuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk kebutuhan Presentasi dari Tokopresentasi.com. Baca dengan seksama informasi terkait workshop / training yang anda minati. Anda dapat mendaftarkan diri langsung dengan menekan tombol register dan mengikuti panduan dari Customer Service kami.

Jika anda ingin mengadakan kelas in house training, anda dapat menghubungi tim kami melalui tombol di bawah ini. Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami di 0812 8905 030 / info@tokopresentasi.com

Jadwal Kelas Publik
Request In house Training
Galeri Dokumentasi Training

Mengapa Training Desain Infografis untuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bersama Kami?

Trainer Berpengalaman

Pengajar kami berasal dari tim tokopresentasi.com yang telah dipercaya untuk mendesain lebih dari 5000 berbagai jenis infografis sejak tahun 2012. Tokopresentasi.com telah dipercaya untuk mendesain berbagai jenis slide untuk beragam kebutuhan. Siapa pun harus belajar dari orang-orang yang profesional. Oleh karena itu, tokopresentasi.com adalah pilihan terbaik anda untuk training dan workshop.

Materi mudah Dipahami

Sumber bahan ajar sangat penting untuk berbagai jenis kegiatan belajar. Tokopresentasi.com telah memformulasikan bahan ajar berdasarkan pengalaman dalam mendesain ribuan infografis untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam mendesain infografis, serta selalu diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan anda.

Bonus Training Senilai Jutaan Rupiah

Kami menawarkan berbagai jenis Bonus untuk mendukung proses belajar anda. Kami menyadari bahwa proses belajar selalu membutuhkan praktik yang intensif, sehingga bonus yang kami berikan akan sangat bermanfaat bagi anda. Selain itu, template yang kami berikan sangat mudah digunakan dan diedit menggunakan powerpoint 2013.

Konsultasi gratis setelah pelatihan selesai

Langkah terbaik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dari materi workshop adalah dengan melakukan banyak praktik. Dapatkan support dari forum online setiap kali anda memiliki pertanyaan dan mendapatkan solusi praktisnya melalui forum ini.

70% Praktik, 30% Teori

Praktikum dalam belajar memiliki banyak jenis. Dengan perbandingan praktik dan teori sebesar 70 : 30, peserta memiliki waktu lebih banyak untuk eksplorasi lebih jauh tentang aplikasi yang digunakan dan langkah-langkah praktisnya.

Tersedia custom training (Inhouse Training)

Kami menawarkan banyak pilihan topik belajar untuk training, workshop, dan seminar seputar presentasi. Anda dapat memilih topik belajar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jika anda ingin memiliki inhouse training dengan topik belajar yang berbeda, silakan hubungi Customer Service kami.

Training Desain Infografis untuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Training Infografis Mudah Dipahami dan Aplikatif yang diselenggarakan oleh tokopresentasi.com sangat praktikal sehingga mudah dipahami dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang dikemas dengan menarik dan menggunakan software powerpoint membuat training ini digemari.

Infographics atau Information graphics adalah salah satu strategi untuk menyampaikan banyak informasi secara mudah, efisien, komunikatif dan mudah dipahami oleh pembacanya. Infographics dikenal juga sebagai infografis, memudahkan seorang presenter saat melakukan presentasi untuk dapat menyampaikan informasi yang kompleks dengan cara yang mudah dan tampilan yang menarik.

Meskipun demikian, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana strategi untuk membuat infografis yang efektif dalam menyampaikan informasi dan dapat dipahami oleh pembaca hanya dalam waktu 1 menit. Karena begitu banyak infografis yang isinya terlalu banyak teks, layoutnya kurang menarik, pemilihan kata yang kurang tepat, judul infografis yang kurang menarik, dsb.

Setelah berpengalaman dalam membuat berbagai jenis infografis dalam kebutuhan presentasi, tokopresentasi.com ingin berbagi kepada peserta training tentang bagaimana cara membuat infografis yang baik untuk ditampilkan saat presentasi.

Program Training Infographic for Office Presentation ini dirancang secara fleksibel untuk membantu anda yang bekerja di posisi:

  1. Staff Eksekutif
  2. Staff Managerial
  3. Staff Marketing
  4. Asisten Manajer / Sekretaris
  5. Marketing & Communication
  6. Guru / Dosen / Trainer
  7. Siapapun yang tertarik untuk mempelajari pembuatan infografis dengan Microsoft Powerpoint

Materi Training Desain Infografis untuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

A. What is Infographic

  • Memahami definisi, jenis-jenis dan karakteristik infografis yang baik
  • Menganalisa jenis infografis yang tepat untuk jenis data dan informasi yang berbeda

B. Infographic Content Building

  • Mempelajari langkah-langkah memilih dan memilah data dan informasi
  • Mempelajari strategi membuat judul infografis yang menarik
  • Mempelajari aturan-aturan dalam menampilkan data dan informasi

C. Infographic Tune Up

  • Mempelajari ilmu-ilmu desain infografis
  • Mempelajari aturan layouting dan wireframe dalam menampilkan infografis
  • Menguasai teknik-teknik penggunaan fitur powerpoint saat membuat infografis

Benefit

  1. USB flashdisk 8 GB
  2. Perlengkapan Workshop: Alat Tulis, Notebook, Map Folder & Sling Bag
  3. Sertifikat
  4. Stock gambar icons dan photo senilai Rp 2.000.000
  5. Template Infografis untuk Powerpoint senilai Rp 1.000.000
  6. Online Forum untuk konsultasi bersama dengan trainer dan rekan sesama peserta workshop

Apa yang Harus Anda Siapkan?

  • Laptop yang sudah terinstall PowerPoint 2013 dengan spesifikasi minimum Dual Core, RAM 4 GB
  • Mouse
  • Modem (opsional)

Jadwal Public Class

Jadwal Inhouse Class

Kami memahami waktu anda sangat berharga, oleh karena itu kami memberikan alternatif tanggal yang berbeda untuk masing-masing course. Dapatkan informasi terkini tentang jadwal training dengan menekan tombol berikut

JADWAL PUBLIC TRAINING

Jadwal In House disesuaikan dengan request institusi atau perusahaan. Silakan tekan tombol Request In House Workshop untuk mengajukan permintaan In House Training di kantor anda.

Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami di:

0812 8905 030 / info@tokopresentasi.com

4 Cara Menggunakan Visual Storytelling dalam Infografis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Terdapat satu cara hebat yang dapat mengubah infografis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) biasa menjadi luar biasa, yaitu infografis yang melibatkan cerita.

Cerita telah menjadi cara manusia berkomunikasi sejak lama. Sementara itu visual telah menjadi pusat dari banyak cerita ini, mulai dari lukisan gua hingga peta politik hingga iklan masa kini.

Meskipun cerita visual sangat bervariasi, baik dalam konten maupun format, strukturnya secara mengejutkan konsisten.

Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan ulasan mengenai metode utama penggunaan visual storytelling dalam grafis informasional, dengan menyoroti bagaimana cerita visual dapat membantu lembaga dan organisasi seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengomunikasikan ide-ide utama.

Apa itu visual storytelling?

Visual storytelling mengacu pada saat visual digunakan untuk menceritakan sebuah cerita. Inilah sebabnya orang juga menggunakan istilah “narasi visual” saat mereka merujuk pada visual storytelling.

Visual storytelling adalah sesuatu yang umumnya kita hargai, mulai dari film hingga video game hingga postingan media sosial. Begitu banyak sehingga tampaknya masuk akal jika Anda ingin menceritakan sebuah cerita atau menyampaikan pesan, Anda akan menggunakan visual untuk melakukannya.

Media visual yang dapat digunakan untuk bercerita meliputi foto, ilustrasi, video, dan grafik, termasuk grafik informasi atau infografis.

Alat komunikasi visual ini hebat, tidak hanya untuk menarik dan melibatkan perhatian audiens, tetapi juga untuk beresonansi dan membangkitkan emosi, yang merupakan hal yang mendorong cerita ke depan.

Visual juga dapat membantu kita terhubung dengan orang atau karakter, membayangkan diri kita dalam skenario atau latar baru, dan memahami narasi atau alur yang paling rumit atau bernuansa.

Mengapa visual storytelling penting?

Sementara para humanis (antropolog, filsuf, teolog, dll.) telah mengonfirmasi bahwa cerita adalah cara kita belajar dan berevolusi sebagai spesies manusia, para ilmuwan dan peneliti telah mengukur bahwa:

  • Indra visual kita adalah sarana utama kita untuk menyerap informasi baru
  • Lebih mudah dan lebih cepat bagi kita untuk memproses gambar daripada teks, yang terutama penting dengan rentang perhatian yang semakin pendek
  • Visual membantu orang mengingat dan mengingat informasi, dan bahkan dapat meningkatkan motivasi dan memengaruhi perilaku

Penceritaan visual sangat kuat, itulah sebabnya ia menjadi alat yang populer untuk pemasaran konten. Bukan hanya itu, visual storytelling juga bermanfaat bagi organisasi dan lembaga seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk kepemimpinan pemikiran, pembelajaran dan pengembangan, manajemen sumber daya manusia, edukasi masyarakat dan banyak lagi.

Kapan sebaiknya tidak menggunakan penceritaan visual?

Dengan segala kekuatannya, penceritaan visual bukanlah obat mujarab dan tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Mungkin tidak tepat jika…

1. Cerita tersebut bersifat sangat sensitif

Misalnya, jika Anda membahas topik yang terkait dengan kekerasan, gambar yang relevan dapat mengganggu dan bahkan membahayakan penonton.

2. Visual mengalihkan perhatian dari bagian penting cerita

Visual seharusnya memfasilitasi dan mendukung penceritaan, tetapi visual dapat begitu memikat sehingga mengalihkan perhatian dari wawasan dan pesan utama.

3. Cerita dan/atau visual menegakkan pesan yang salah atau menyesatkan

Sayangnya, infografis yang buruk atau visual yang menyesatkan lebih umum daripada yang seharusnya.

4 teknik visual storytelling teratas

Ada empat teknik utama untuk penceritaan visual, dan masing-masing berbicara tentang serangkaian kebutuhan yang berbeda. Teknik yang berhubungan dengan kebutuhan terdalam kita cenderung juga menjadi yang paling ampuh.

Tergantung pada di mana audiens Anda berada dalam perjalanan mereka sendiri, mereka akan membutuhkan cerita yang berbeda. Cerita dramatis sangat bagus untuk membangun kesadaran dan keinginan, sementara cerita yang lebih bernuansa dapat menjadi baik untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

Langkah Mendongeng Visual

Berikut adalah teknik mendongeng visual teratas, yang diurutkan dari yang paling ampuh hingga yang paling tidak ampuh, dengan contoh dan kiat untuk masing-masing.

1. Alur cerita klasik

Teknik ini adalah apa yang dipikirkan pendongeng saat mereka memikirkan sebuah cerita. Mereka memikirkan para pahlawan dan konflik yang mereka hadapi. Apa pun karakter dan alurnya, ciri khas cerita tradisional adalah memiliki awal, tengah, dan akhir.

Alur cerita klasik sering kali berbicara tentang kebutuhan kita akan keselamatan dan keamanan, yang memberinya kekuatan luar biasa. Teknik ini adalah pilihan yang baik jika Anda ingin membangun kesadaran dan memotivasi orang, terutama berbagai macam orang.

2. Kisah yang berpusat pada orang

Terkadang cerita tidak terlalu banyak tentang tindakan dan lebih banyak tentang orang—perasaan mereka, kepribadian mereka, kehidupan mereka. Orang-orang ini bisa jadi pemimpin, pelaku perubahan, atau orang biasa seperti orang terkasih atau keluarga.

Kisah-kisah ini membantu memenuhi kebutuhan kita untuk terhubung dan bermasyarakat. Kebutuhan ini merupakan inti dari jati diri kita sebagai manusia, jadi kisah-kisah ini bisa berdampak, tetapi mungkin dengan cara yang lebih halus.

Jika Anda ingin memotivasi orang dengan cara yang berkelanjutan, pusatkan orang-orang dalam kisah visual Anda. 

Jika kisah Anda emosional dalam hal apa pun, maka komponen orang-orang sangatlah penting.  Terkadang menampilkan individu tertentu sulit atau tidak tepat. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan ilustrasi dan pernyataan “saya” yang teoritis.

3. Penjelasan langkah demi langkah

Kedua teknik yang disebutkan di atas sangat bagus jika cerita visual Anda adalah cerita yang dapat dengan mudah menarik perhatian khalayak umum. Jika Anda ingin menawarkan informasi yang terperinci atau kompleks dan/atau menargetkan kelompok tertentu, maka Anda mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda.

Penjelasan langkah demi langkah sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan khalayak Anda untuk belajar dan berkembang. Jika mereka sudah memiliki kesadaran dan motivasi, cerita-cerita ini dapat membekali mereka dengan pengetahuan dan kemampuan untuk mengambil tindakan, termasuk kemungkinan terlibat dalam perilaku baru.

Jika cerita Anda kompleks dan/atau jika melibatkan data dalam bentuk apa pun, maka pastikan untuk meluangkan waktu memandu mereka melalui narasi yang menyeluruh, selangkah demi selangkah.

4. Laporkan ide-ide utama

Jika khalayak Anda spesifik, dan jika Anda hanya ingin memperkuat pengetahuan mereka yang sudah ada, maka Anda tidak memerlukan cerita yang dramatis atau penjelasan yang panjang.

Kemungkinan besar Anda sudah berencana untuk hanya melaporkan ide-ide utama, mungkin dalam white paper, buletin email, atau infografis.

Jika Anda berpikir untuk sekadar menyampaikan ide, pastikan tidak ada informasi yang akan Anda sertakan yang sama sekali baru, bermuatan emosi, atau rumit dengan cara lain. Informasi semacam itu mungkin perlu disampaikan menggunakan salah satu teknik yang dijelaskan sebelumnya.

Visual storytelling, metode terbaik meningkatkan level infografis Anda!

Jika Anda ingin mengubah hati, pikiran, atau tindakan orang, maka visual storytelling adalah suatu keharusan—selama Anda melakukannya dengan saksama.

Setelah Anda mengidentifikasi tujuan sebenarnya, Anda akan tahu cara terbaik menyusun dan menceritakan kisah visual Anda sehingga akan bermanfaat bagi audiens sekaligus tujuan Anda.

Tertarik untuk membuat infografis Anda semakin memukau dan berkesan dengan visual storytelling? Diskusikan langkah pembuatannya bersama tim Toko Presentasi Anda sekarang!

HUBUNGI KAMI UNTUK MENDAPATKAN PENAWARAN BIAYA TRAINING DESAIN INFOGRAFIS

[sform]2[/sform]