Latar belakang audiens presentasi yang berbeda seringkali menjadi masalah bagi seorang public speaker. Menurut beberapa orang, latar belakang audiens presentasi seperti profesi dan pendapatan mempengaruhi respon audiens saat presentasi dilaksanakan. Selain itu, usia juga mempengaruhi jalannya presentasi. Semakin muda usia seseorang maka semakin mudah orang tersebut menerima pesan yang disampaikan. Namun, ada juga yang semakin tua dan semakin banyak pengalaman, maka informasi atau pesan akan semakin cepat diterima.

Pada artikel Tokopresentasi sebelumnya sempat dijelaskan mengenai cara menghadapi anak-anak sebagai audiens presentasi, kali ini akan dijelaskan bagaimana cara menghadapi orang tua sebagai audiens presentasi.

1. Sampaikan presentasi dengan percaya diri

Kepercayaan diri menjadi salah satu hal utama yang harus dimiliki seorang public speaker, terutama ketika di hadapan audiens presentasi yang usianya sedikit atau bahkan jauh lebih tua. Jangan merasa tegang atau takut karena merasa tidak pantas untuk memimpin presentasi di hadapan mereka. Percayalah, bahwa semua orang yang menghadiri presentasimu berkeinginan untuk belajar dan menambah ilmu. Begitu pula dengan dirimu. Maka di sinilah kesempatanmu untuk memberikan informasi yang belum dan ingin mereka ketahui.

2. Bersikap tegas tapi tetap sopan

Kamu yang memimpin jalannya presentasi. Itu artinya kamu harus bersikap tegas agar presentasi berlangsung tepat waktu hingga akhir. Tegas yang dimaksud bukan tegas yang membentak karena marah, melainkan tegas dalam menjelaskan agar pesan atau materi presentasi dapat tersampaikan dengan baik. Namun, public speaker harus tetap bersikap sopan kepada audiens presentasi, terlebih lagi untuk audiens presentasi yang usianya lebih tua darimu.

3. Menghargai setiap pendapat audiens presentasi

Jika ada yang mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapat saat presentasi berlangsung atau setelah presentasi, cobalah untuk mendengarkan dengan seksama secara mendetail. Biarkan para audiens presentasi berpendapat, tugasmu hanya mendengarkan mereka berbicara lalu menjawab pertanyaan tersebut dan menjelaskan kembali jika ada yang belum mereka pahami.

4. Sabar tanpa menggunakan emosi ketika berbicara

Bersabarlah ketika memaparkan presentasi. Sebab untuk audiens presentasi dengan usia di atas 40 tahun biasanya membutuhkan kesabaran ekstra ketika memberi penjelasan akan materi presentasi. Tidak perlu menggunakan emosi, cukup melempar senyum dan jelaskan kembali dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Jika memang harus, hampiri audiens presentasi yang mengajukan pertanyaan dan jelaskan secara face-to-face untuk meminimalisir miss communications (kesalahpahaman dalam berkomunikasi).

5. Menyajikan data presentasi dengan ringkas dan detail

Sajikan data presentasi yang singkat dan jelas. Jangan terlalu banyak tulisan di dalam setiap slide presentasi, cukup poin atau judul yang penting saja yang dicantumkan. Sisanya kamu bisa menjelaskannya secara lisan agar lebih mendetail. Jangan lupa untuk memberi contoh berupa analogi, serta menggunakan properti presentasi jika memang diperlukan.

6. Menjelaskan presentasi dengan perlahan tapi pasti

Jangan terburu-buru saat memaparkan presentasi tetapi juga jangan terlalu lama, karena waktumu bisa habis hanya untuk satu pembahasan presentasi. Jelaskan seluruh materi presentasi dengan seksama karena memang biasanya untuk orang tua akan lebih sulit menerima pesan dan informasi yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya. Jangan heran juga ketika beberapa audiens presentasi tiba-tiba mengajukan pertanyaan di tengah-tengah penjelasan.

 

Tidak sulit bukan menghadapi audiens presentasi yang usianya lebih tua? Kurang lebih sama seperti audiens presentasi pada umumnya, namun pada kasus ini memang harus lebih fokus pada beberapa hal agar presentasi berjalan sesuai dengan rencana.

 

 

Untuk konsultasi perihal presentasi, langsung saja hubungi:

Website: www.tokopresentasi.com

Email: info@tokopresentasi.com

Phone: 0812 8905 030 / 0812 8905 020

BBM: 5795FBDD